Minggu, 15 Februari 2015

Kelinci Kesayanganku



       Dulu waktu usia saya masih berada diangka 12 tahun.sama memiliki hewan peliharaan berupa 2 ekor kelinci yang sangat lucu.kelinci kelinci tersebut ku berinama dangkoma dan tatkoma.yang membedakan dari 2 kelinci ku tersebut adalah warna dari ekor saming masing. nama nama tersebut sengaja saya berikan karena hewan peliharaan idola saya juga bernama dangkoma dan tatkoma.
          Dua kelinci tersebut sudah seperti teman ku sehari hari.kebetulan kelinci kelinci tersebut bisa terbilang kelinci yang masih anak anak.memang saya memberikannya kandang untuk beristirahat makanan yang cukup sehari harinya.bermain bersama setiap sore.Saya juga tak lupa selalu membersihkan kandang nya setiap minggu.supaya memberi kenyamanan pada kelinci kelinci lucu ku tersebut.
keluarga ku juga sangat mendukung ku dalam memelihat kelinci tersebut.Meraka juga membatukan dalam segalahal yang bersangkutan dengan kelinciku.meraka juga memperhatikan kesehatan kelinciku.
Suatu ketika 2 kelinci ku tersenut bermain dihalaman rumah.sudah seperti biasa mereka akan pulang dengan sendirinya saat hari mulai petang.sudah 3 tahun saya merawat kelinci tersebut.jadi saya tak terlalu khawatir dengan keberadaanya.
Setelah hari mulai petang 1 kelinciku telah pulang (dangkoma).namun tatkoma tak kunjung juga pulang.kutunggu hingga 10 menit.dan tatkoma benar benat tidak kembali kerumah.setelah saya menjalan kan sholat magrib saya langsung bergegas mencarinya.dirumah rumah tetangga.hingga dikebun kebun yang entah itu kebun milik siapa.namun tak kungjung kutemukan.
Keesokan harinya saya tidak melepaskan dangkoma.dengan alas an yang sama.saya takut jika dangkoma ikut menghilang.hari hari dangkoma kesepihan tanpa tatkoma.saya benar benar merasa sedih.namun apa daya saya sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mencarinya.
         Ahirnya 3 hari kemudian saya mendapat kabar dari tetangga saya bahwa kelinci saya yang benarama tatkoma telah mati dan hanyut ke sungai.sunggu benar benar yang sangat menyedihkan. Karena saya tidak ingin hal ini terjadi pada dangkoma saya benar benar menjaga dangkoma dengan sebaik baiknya,namun apa daya 2 minggu kemudian dankoma juga mati karena deperesi.pantas saja ahir ahir sebelum kematiannya ia tak mau makan dan sering memberontak saat saya hendak menggendongnya.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar